Cara berkomentar di WordPress

Apa yang membuat kalian tidak bisa komen Di WordPress?

Setiap penulis pasti akan menemukan sebuah kebahagiaan ketika tulisannya di Komen, (sebagian) mungkin ada juga penulis yang tidak mementingkan sebuah komentar. Yang terpenting dia bisa menulis, menuangkan semua pikiran, imajinasinya ke dalam sebuah cerita berupa tulisan ; cerpen, Fanfic, Fluff, dll. Namun, pasti akan terselip di hati para penulis itu rasa bahagia ketika—ada seseeorang—yang meng-komentari tulisannya. Itu pasti ada. Tidak mungkin gak ada rasa itu.

Nah… mungkin ada beberapa kendala yang membuat kalian para readers yang tidak bisa mengkomentari tulisan para author.

  1. (Mungkin) Karena tulisannya sudah kadarluasa, terlalu lama dipost namun kalian baru membacanya. Jadi, kalian males untuk berkomentar karena sudah lama.
  2. Karena kalian tidak mengerti bagaimana cara mengkomentarinya
  3. Kalian tidak memiliki alamat email
  4. Yang ini jangan sampai kalian mengalaminya yaa ^_^ … karena kalian males untuk berkomentar.
  5. Karena jaringan lemot.
  6. Yang terakhir karena pulsa kalian tidak ada hihihi

Nah… lalu bagaimana sih caranya berkomentar di WordPress bagi kalian yang ingin berkomentar. Saya harap sih kalian semua meluangkan waktu untuk berkomentar setelah membaca.

  1. Isi kolom pertama dengan nama yang kalian inginkan.
  2. Isi kolom surel dengan alamat email kalian (jika memiliki)
  3. Klik bagian kirim komentar

 

 

 

Iklan

Regards

tumblr_lx770q69gn1r9pbrzo1_400_Hana

Hello… welcome to my blog HunYeol Fanfiction

scriptwriter by Alicia Jean

Salam kenal dari saya untuk kalian dan kecup sayang dari SeNa dan YeolLy :* 🙂

Rules Bagi Pengunjung

Dilarang Keras meng Copas FF yang ada di sini!

Dilarang ngebash!

Kalau ada yang memberi komentar next thor, baguss next. Itu aku anggap tidak komen.

Bagi kalian yang membaca saya ucapkan  terima kasih, dan bagi manusia Siders aku gak mau ambil pusing…

SeNa Couple : My Perfect Girl Part 6

yoohana_1393120461_20140222_yeh_highcut5

Mereka sama-sama terdiam, sibuk dengan pikiran dan kegundahan hatinya masing-masing. Chan Yeol tidak tahu apakah keputusannya benar? Ia menoleh ke samping, menatap Hana sedang memejamkan mata. Kedua tangannya saling terpaut karena dingin, ia menatap tangan itu sejenak. Hingga akhirnya mengambil satu tangan Hana, menggenggamnya erat tanpa kata-kata. Memasukkannya ke dalam saku mantel Chan Yeol.

Sisanya… mereka terdiam.

Hana pun tidak tahu, apakah ini cara yang baik? Apakah keputusan Chan Yeol yang terbaik untuk hidup mereka berdua?

“Seharusnya kau memakai sarung tangan,” ujar Chan Yeol, memecahkan kesunyian di antara mereka. Kepalanya menatap jalanan, menunggu mobil gadis itu muncul. “Dan kenapa Myung Soo-ssi lama sekali?”

“Mungkin terjebak macet,” balas Hana singkat.

Chan Yeol kembali terdiam, ia menundukkan kepalanya. Memikirkan sesuatu. Ia kembali mengangkat kepalanya, menatap lurus ke depan.

Mianhae,” lirih Chan Yeol. “Ini adalah yang terbaik, Na-ya. Kau bersamanya, dan aku sendiri. Kau sudah menjadi miliknya, dan hatiku hanya kepingan yang pernah kau miliki.”

“Hanya statusku,” tukas Hana lugas, matanya ikut terfokus ke depan. “Tidak dengan ragaku, jiwaku, hatiku, atau apapun untuk pria itu. Sampai kapan pun aku tidak akan bisa.”

“Na-ya…” Chan Yeol menggelengkan kepalanya pelan. “Itu tidak benar, lalu kenapa kau menikahinya? Kenapa kau menyetujui saranku untuk menikahi Oh Sehun?” Baca lebih lanjut